Be Authentic !

Ada yang sudah tau dengan kata di atas ? Saya cukup tertarik untuk menulis hal tersebut setelah resign dari tempat kerja. Bertanya – tanya kepada diri mengenai alasan mengapa bekerja dibidang tersebut dan apakah sebenarnya pekerjaan tersebut akan menjadi stepping stone untuk mewujudkan goals hidup saya.

Mungkin salah satu kelemahan yang saya miliki adalah sulit untuk menentukan keputusan sendiri. Dari sinilah pelajaran hidup saya dimulai untuk menjadi otentik.

Bagaimana menjadi Otentik?

Lalu apa yang saya pelajari dari kata Authentic ?. Dari beberapa artikel yang saya telaah, bahwa menjadi otentik adalah berusaha mengeluarkan hal terbaik yang dimiliki oleh diri sendiri dengan mempertahankan nilai – nilai yang dimiliki.

Melakukan sesuatu yang bukan karena ingin membuat orang lain impress terhadap diri. Namun sebaliknya bagaimana membuat diri impress karena telah berusaha mengeluarkan yang terbaik.

Be Yourself vs Be Authentic

Kemudian apa bedanya dengan menjadi diri sendiri ? . Ini sebuah pertanyaan yang sangat menarik. Be yourself adalah kata – kata yang sangat popular dan sering menjadi jargon untuk menghindari diri ketika ada yang membandingkan dengan orang lain.

Sebenarnya tidak ada yang salah jika menjadi diri sendiri, namun mempertahankan sesuatu yang kurang baik dari diri sendiri akan menjadi masalah dikemudian hari. Seperti ungkapan berikut “My attitude is based on how you treat me” ?  kita seringkali membiarkan situasi menentukan siapa diri kita. Sehingga tindakanlah yang menentukan siapa diri kita.

Padahal jika kita memiliki sifat otentik maka tindakan tersebut ditentukan oleh siapa diri kita. Masalahnya kebanyakan orang terjebak oleh paradigma cara berfikirnya sendiri. Mereka berusaha menjadi otentik namun tidak mengetahui nilai yang harus dimiliki.

Menumbuhkan Nilai Otentik

Jika kita ingin merujuk pada nilai yang tertinggi yang dijadikan pertunjuk oleh manusia adalah Agama. Seperti halnya Islam mengajarkan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah. Sehingga seluruh tindak tanduknya berdasarkan perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Nilai – nilai yang terkandung dalam Islam menjadi pondasi utama sebagai Life Style seorang muslim. Seluruh aktivitasnya akan mencerminkan Islam itu sendiri.

Ketika mereka sudah menjalankan semua itu, maka akan muncul kepribadian taqwa dan akan berusaha untuk menebar kemanfaatan kepada semua manusia. Karena mereka juga akan mengikuti jalan Rasulnya Muhammad shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Selanjutnya, Apabila nilai tersebut sudah solid dan melekat pada diri seseorang. Maka setiap tindakannya akan selaras dan akan memberikan kebaikan pada environtment disekitarnya. Kepribadian yang otentik akan membawa orang-orang kepada nilai yang dimiliki, pada akhirnya menjadi sebuah hubungan yang asli dan justru memberikan makna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s