Jangan Abaikan “Emerging Adulthood !”, Mengapa?

Oleh : Al Afif Muzakir

Pernah nggak sih, kamu berada disatu titik dimana fikiran  kamu menerawang tak tau arah. Kadang merasa bingung dengan diri “kok aku gini-gini aja ya?, kemudian ngeliat teman yang berhasil ngelakuin ini dan itu membuat diri minder dan ada juga yang posting mengenai nikah atau punya anak. Waduh, makin frustasi, sebenarnya apa sih yang salah?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan perasaan tersebut, karena hampir setiap orang mengalami masalah pada masa transformasi dari remaja ke fase dewasa yang disebut dengan Emerging Adulthood.

Istilah ini  merupakan sebuah teori yang dicetuskan oleh Jeffrey Jensen Arnett dalam sebuah jurnal American Psychologist pada tahun 2000. Dalam penelitiannya yang berjudul A Theory of Development From the Late Teens Through the Twenties menyebutkan ada periode yang ditandai dengan perubahan dan eksplorasi bagi kebanyakan orang, saat mereka memeriksa kemungkinan dalam hidup yang terbuka bagi mereka dan secara bertahap sampai pada pilihan yang lebih bertahan dalam cinta, pekerjaan, dan cara pandang (world view).

Arnett juga mengatakan, masalah seperti ini akan menghampiri seseorang pada usia 18-25 tahun yang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Eksplorasi Diri (Identity Exploration)

Timbulnya kegalauan pada individu dalam proses mengeksplorasi diri, terutama dalam hal karir dan percintaan. Pengalaman yang didapatkan dari lingkungan menimbulkan perasaan atau emosi dalam diri berupa perasaan bebas dan optimis hingga rasa takut akan tujuan yang tidak jelas.

  • Ketidak Stabilan (Instability)

Perasaan yang muncul dari pilihan yang dilakukan seperti salah jurusan Ketika kuliah, ketidak cocokan dalam bekerja, keinginan untuk menambah skill baru agar lebih kompetitif dan munculnya perasaan tidak cocok kepada pasangan pada tahap akan serius.

  • Fokus Pada Diri Sendiri (Self-Focus)

Adanya keinginan membangun kompetensi, mengenali tujuan hidup, kemampuan dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut.

  • Ambiguitas (Feeling in Between)

Masih muncul kegalauan terhadap diri yang tidak mau lagi dianggap remaja namun belum siap untuk menjadi dewasa. Hal ini juga menimbulkan kebingungan dalam menentukan karir yang akan dipilih dan belum adanya  pendirian  dalam kehidupan personal.

  • Usia Kemungkinan (The Age of The Possibilities)

Harapan-harapan individu terbuka lebar karena adanya banyak kemungkinan seperti peluang karir yang besar, kesempatan untuk melanjutkan sekolah dan dalam memulai hubungan baru.

Periode yang dialami oleh kaum dewasa muda ini harus disikapi dengan adanya arahan yang jelas agar tidak menjadi beban, stress dan bahkan ketahap yang lebih buruk lainnya.

Lalu apa yang harus dipersiapkan agar periode ini ?. Berikut ada bebrapa tips anti galau dalam menghadapi Emerging Adulthood :

  1. Mulai Menganalisis Diri Dengan Cara Mengetahui Apa Potensi Dalam Diri

Melakukan analisisi terhadap diri bisa menggunakan beberapa alat analisisi seperti SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity and Threat), Test MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), Talent Mapping, 16 personalitiest test dan banyak lagi yang lainnya. Selain itu, kamu juga bisa konsultasi dengan psikolog jika membutuhkan bimbingan khusus untuk menemukan potensi dalam diri.

  • Membuat Grand Design Atau Gambaran Mengenai Tujuan (Planning) Dalam Diri

Pembuatan grand desing ini diturunkan dalam bentuk eksekusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pembuatan perencanaan ini sudah banyak contohnya di internet dan ada beberapa buku yang mengajarkan bagaimana cara membuat perencanaan tersebut. Seperti dalam buku zero to hero dan happy ending full barokah karya solikhin abu izuddin. Kamu juga bisa membeli planner yang sekarang banyak dipromosikan di internet.

  • Mengikuti Kegiatan Yang Bermanfaat

Bergabung dengan organisasi yang sejalan dengan tujuan dan menyediakan tempat berlatih untuk skill dalam meningkatkan kemampuan diri merupakan pilihan yang bagus dalam mengatasi ketidak stabilan dalam diri. Karena pada masa ini, kamu dihadapkan pada pilihan-pilahan yang terkadang masih membingungkan. Dengan bergabungnya dengan organisasi, maka akan belajar dinamika dalam kelompok, pengambilan keputusan dan manajemen secara umum maupun terhadap diri.

  • Berlatih Untuk Melakukan Keseimbangan Antara Fisik, Fikiran Dan Hati (Qolbu)

Kondisi fisik dapat ditingkatkan dengan olah raga dan makanan yang seimbang dan teratur. Selanjutnya fikiran dapat dilatih dengan memaksimalkan potensi diri pada bidang yang sedang dipelajari dan hal-hal lain yang dapat meningkat kemampuan dalam befikir. Kemudian mendekatkan diri dengan pencipta seperti melaksakan ibadah wajib dan sunnah, menjalin hubungan baik dengan orang lain dan aktif dalam kegiatan sosial serta mendengarkan nasehat-nasehat agama dengan mengikuti kajian-kajian keilmuan islam.

  • Belajar Jujur Dan Berdamai Dengan Diri

Barang kali salah satu jebakan yang sering menghantui seorang dewasa muda adalah selalu memendam perasaan dalam diri, tidak terbuka dengan orang tua dan selalu menyalahkan diri atau orang lain terhadap tuntutan kehidupan (masalah hidup). Belajar untuk juujur pada perasaan dan menyerahkan semuanya kepada Allah akan membuat diri menjadi lebih tenang. Segala sesuatu yang ada di bumi semuanya sudah diatur oleh Nya. Manusia hanya bisa berbuat dan segalanya bergantung kepada keputusan sang pencipta. Memang terkadang cukup sulit untuk berdamai dengan diri, namun dengan memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah akan memberikan ketenangan.

Beberapa penjelasan dan solusi diatas semoga bisa membantu pembaca untuk melewati masa emerging adulthood ini. Jangan abaikan atau salah dalam mengambil sikap pada masa ini, karena periode ini sangat berharga dan bisa menjadi penentu pada tahap periode  berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s