Ketinggalan Pesawat

Benar firman Allah dalam Al Qur’an, “Iman tak datang tanpa ujian”. Menjelang keberangkatan ke Jerman, memang penuh dengan tantangan. Mulai dari dana sponsor yang belum dapat, ngurus administrasi yang jelimet dan yang paling mengerikan ketika ngurus visa, tetapi hampir batal karena ketinggalan pesawat.

Waduh, kok bisa? Nah, begini pemirsah. Menjelang esok ngurus visa ke kedutaan jerman di Jakarta. Malam harinya udah janjian biar besok diarak sama teman-teman.

Berlanjutlah pada keesokan harinya ba’da subuh, berasa waktu masih panjang dan kejadian yang tak diinginkan pun terjadi. Mulai dari si B lambat datang, sehingga aku putuskan untuk nunggu beberapa menit dan akhirnya datang juga.

Diperjalanan menuju bandara, tiba-tiba si Y bingung dan salah jalan. Sehingga kami harus mutar lagi. Cobaan datang lagi dengan kejadian motor si Y bocor dijalan dan akhirnya waktu terus berputar.

Akhirnya sampai juga di bandara dengan panggilan terakhir untuk check in. Perasaan udah nggak enak karna udah bisa dipastikan si pesawat L nggak akan ngasih permisi. Ternyata ia, badan dah mulai lemas dah. Tapi katanya pas mau balik, masih bisa dilapor mas dengan jam penerbangan sekian. Owh, nggak pake lama untuk mutar arah dan balik ke bagian pelaporan. Tiket dengan harga 2 kali lipat terpaksa aku ambil demi berangkat dan mendapatkan visa.

Dan Alhamdulillah bisa juga berangkat.

Nah, kejadian ini memberikan pelajaran berharga yaitu harus tegas dalam manajemen diri dan waktu. Jangan sampai lalai karna teman dan hal-hal lain yang endingnya malah menyalahkan orang lain.

Bersambung ya…

“Selanjutnya, Ketemu teman-teman baru dan lama di Jakarta”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s